Investasilah! Berapapun pendapatan Anda hari ini!

Setidaknya ada 2 golongan orang di dunia ini dalam menyikapi investasi, yakni sudah berinvestasi dan belum melakukan investasi.

Investasi bisa banyak sekali bentuknya, mulai dari memiliki saham, properti, bahkan hingga bisnis adalah sebuah investasi.

Namun pada kwadran orang-orang yang belum berinvestasi terdapat beberapa hal umum yang menyebabkan mereka belum berinvestasi.

1. Investasi itu besar dan mahal

Banyak orang yang belum mengetahui bahwa investasi dari hari ke hari semakin
terjangkau sama halnya dengan trend harga gadget yang semakin murah meriah.
Investasi pada pasar modal bukanlah sebuah barang mahal dan mewah, bayangkan
dengan reksa dana, saat ini Anda sudah dapat berinvestasi dengan Seratus Ribu Rupiah
saja!

Kadang asosiasi lainnya adalah investasi yang murah semacam reksa dana yang hanya
dengan Rp 100.000 tidak akan memberikan hasil yang baik, mungkin pemikiran tersebut
muncul dari buruknya kwalitas barang-barang murah atau harga miring, namun jangan
kahwatir berinvestasi pada reksa dana contohnya, uang Anda dengan nilai Rp 100.000
maupun 1 miliar rupiah tetap akan merasakan pertumbuhan yang sama!

Dengan sebuah simulasi sederhana, berinvestasi setiap bulan Rp 100.000 pada reksa
dana, secara ilustrasi selama 25 tahun akan membuat Anda memiliki hasil investasi
sebesar 2,4 miliar!

 

Baca juga : Memulai Investasi Bagi Pemula

2. Investasi itu sulit dan ‘mainan’ orang pintar

Sebagai orang yang awam, tidak jarang memiliki pandangan berinvestasi pada pasar
modal adalah sebuah hal yang sangat sulit, kenapa sulit? Karena memiliki istilah-istilah
yang keren, misalkan pada instrument reksa dana saja kita dikenalkan dengan semua
bahasa mewah; subscribtion, redemption, fund fact sheet, prospektus, fund manager dan
lain sebagainya.

Namun sebenarnya hal itu tidak membuat pengertian dari kata-kata tersebut sulit,
misalnya, subscribtion sebenarnya sama dengan istilah membeli reksa dana, tidak
serumit itu bukan?

Dan tidaklah perlu menjadi orang pintar untuk berinvestasi, berinvestasi pada reksa dana
adalah ‘menyewa’ supir beserta kendaraan dan kita akan diantarkan menuju tempat
tujuan.

Sehingga jelas bahwa tidak perlu kita memiliki sebuah kemampuan dalam melihat arah
pasar dan memilih perusahaan apa yang akan bertumbuh, sang supir atau pengelola
reksa dana yang akan melakukan itu semua!

Bahkan reksa dana yang sudah dapat dimulai dengan nilai investasi Rp 100.000 tersebut
juga memiliki pelayanan yang sama baiknya dari manager investasi sehingga
sebenarnya sudah sangat mudah terjangkau.

Namun, ada satu alasan lain dari orang yang masih mengurungkan niatnya dalam berinvestasi, bahwa tidak memiliki uang meskipun telah sedemikian terjangkaunya.

Baca juga : Menentukan Masa Depan dan Melangkah Pasti dengan Berinvestasi

Setidaknya kita perlu kembali merenungkan apakah benar kita dengan pendapatan yang dimiliki hari ini tidak memiliki uang? Nampaknya tidak semua demikian adanya, seorang pengemis dijalan beberapa waktu lalupun pernah tertangkap kamera memiliki sebuah gadget yang cukup mumpuni, bagaimana hal itu mungkin?

Manusia cenderung mencari kenikmatan jangka pendek sedangkan investasi adalah sebuah
pola dalam meraih kenikmatan masa depan, sehingga hal inilah yang menjadi penyebab mengapa banyak orang ‘bela-belain’ membeli aneka barang kenikmatan sesaat dan enggan
berjuang untuk memiliki investasi untuk masa depannya.

Mulailah melakukan perbuatan yang mulia yaitu dengan berinvestasi bagi masa depan kita,
karena tanggung jawab kehidupan kita hari ini adalah tanggung jawab pribadi kita, dan
tanggung jawab masa depan atas hidup kita juga menjadi tanggung jawab kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Chat Admin!